Demi Transformasi Bisnis, AirAsia Ganti Nama Jadi Capital A

Advertisement

AirAsia Grup Berhad mengawali set baru dalam usaha. Malaysia Airlines Grup sudah umumkan peralihan nama perusahaan jadi Capital A.

Menurut Tony Fernandes, CEO AirAsia Grup Berhad, peralihan nama itu menggambarkan taktik usaha pokok group sebagai perusahaan dengan portofolio usaha perjalanan dan pola hidup, tidak cuma maskapal penerbangan.

Menurut dia, perusahaan bisa manfaatkan database yang kuat yang dibuat lebih dari 20 tahun dan menyatukan tehnologi baru untuk tawarkan beragam produk dan service. Wabah COVID-19 memungkinkannya perusahaan untuk percepat taktik ini.

Advertisement

“Kami yakin nama perusahaan akan lebih tingkatkan daya jual produk kami serta lebih tingkatkan kesuksesan periode panjang Group,” kata Tony dalam tayangan jurnalis.

Menurut Tony, lebih dari 700 juta orang di Asia Tenggara sekarang ini terhubung beragam produk dan service, terhitung 16 produk dan service dari AirAsia SuperAppli. Misalkan, service penerbangan, keperluan pola hidup setiap hari, e-commerce, service pesan-antar makanan, dan service ride-hailing. Bahkan juga, SuperAppli disebutkan sudah dianggap sebagai unicorn dengan 50 juta pengunjung bulanan dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun.

Dia menambah, usaha tehnologi keuangan perusahaannya, BigPay, didanai US$ 100 juta atau sekitaran Rp. 1,43 triliun oleh SK Grup, konglomerat Korea (nilai ganti diibaratkan 14.250 rupiah).

“Semua portofolio usaha kami, terhitung BigPay, Asia Digital Engineering (ADE) di seksi engineering pesawat, dan usaha Teleport Logistics, jadi pimpinan industri di daerahnya masing-masing di Asia Tenggara,” ucapnya.

Advertisement

Tony memperjelas jika nama dagang maskapal masih tetap AirAsia bahkan juga bila substansi group ganti nama. Menurut dia, AirAsia sebagai salah satunya merk terkuat di Asia dan bisa sediakan basis yang kuat untuk beragam produk dan servicenya.

Dia optimis dengan keadaan di industri penerbangan komersil, walau dua tahun akhir sebagai periode paling sulit dalam riwayat penerbangan komersil. Perjalanan udara lokal mulai sembuh di pasar khusus AirAsia, ucapnya. Ia mengharap limitasi perjalanan akan balik normal di masa datang bersamaan program vaksinasi massal dan ekonomi terbuka.

Pada kwartal IV 2021, AirAsia mempunyai 2,72 juta penumpang, bertambah 103% dari 1,34 juta pada masa yang serupa tahun 2020 (year-on-year). Tetapi, banyaknya penumpang pada 2021 akan capai 4,81 juta, turun 64% dari tahun awalnya.

AirAsia awalnya menjelaskan sudah tingkatkan pengembangan service pemesanan taksi online (Ride Hailing) lewat program AirAsia Ride, hadapi pemain usaha khusus Gojek Indonesia dan Grab Singapura.

Saat interviu dengan Nikkei Asia pada Selasa (4/1), Amanda Wu, CEO AirAsia SuperAppli, menjelaskan AirAsia Ride akan melakukan ekspansi ke Thailand tahun ini selanjutnya ke Indonesia dan Filipina. Proses memperoleh kesepakatan usaha di beberapa negara itu sudah diawali.

 

AirAsia akan bekerja bersama dengan 3 perusahaan lokal untuk pastikan kelancaran operasional. Amanda percaya perusahaan akan sanggup menangani dua supremasi itu sepanjang 5 tahun di depan.

Originally posted 2022-02-05 02:10:40.

Advertisement

✅ RECOMMENDED:  Daya Beli Mobil Listrik Masih Rendah, Harganya yang Mahal Jadi Kendala

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.