Kenali Faktor Harga Saham, Penyebab Nilainya Naik Turun

Advertisement

Bacawarta.com – Apabila Anda tertarik untuk berinvestasi maka wajib mengetahui apa saja faktor harga saham yang mempengaruhi nilainya. Seperti kita tahu, nilai saham di bursa dapat berfluktuasi naik maupun turun yang tentu tidak terjadi begitu saja.

Harga saham sendiri menjadi indikator yang menunjukkan nilai dari emiten sehingga sangat penting diketahui bagi para investor. Sebagai contoh ketika dihadapkan pada dua faktor utama yakni secara teknikal & fundamental, fluktuasi harganya kemungkinan akan terlihat.

Terutama bagi para investor baru atau pemula, pahami secara benar tentang apa saja faktor tentang harga saham agar dapat meminimalisir kerugian serta memaksimalkan keuntungan. Jangan berinvestasi secara asal-asalan. Simak penjelasan berikut.

Advertisement

 

Paling Viral : Tips Belajar Saham Untuk Pemula, Perhatikan Hal Berikut

 

Beberapa Faktor Harga Saham yang Menyebabkan Nilainya Fluktuatif

Akhir-akhir ini dunia pasar modal memang cukup menarik perhatian, mulai dari generasi muda hingga orang dewasa. Karena tanpa harus mengeluarkan effort besar, seorang “pemain” saham bisa mendapatkan profit tidak terhingga.

Namun bukan berarti Anda hanya sekedar ikut-ikutan saja, ketahui dan pahami tentang beberapa faktor harga saham berikut ini yang menyebabkan nilainya fluktuatif:

 

1. Kondisi Fundamental Perusahaan/Emiten

Kondisi fundamental dari perusahaan menjadi faktor utama harga sahamnya. Tentu saja setiap perusahaan ingin melakukan ekspansi bisnis sehingga mereka membutuhkan investor agar arus kasnya tetap berjalan.

Faktor harga saham tentang kondisi fundamental dimaksud seperti bagaimana perusahaan tersebut menjalankan bisnisnya, kinerja karyawan, perihal akuisisi, divestasi, keputusan merger atau hal-hal lainnya yang masih berkaitan dengan operasional perusahaan.

Advertisement

Setiap kebijakan yang diambil tersebut harus melalui pertimbangan secara matang karena dapat mempengaruhi harga. Misalnya ketika dua perusahaan besar melakukan merger, artinya kemungkinan harga sahamnya akan mengalami kenaikan pesat.

Begitu juga apabila perusahaan mengalami gonjang-ganjing, tidak menutup kemungkinan harga sahamnya akan menurun. Bisa dikatakan kondisi fundamental merupakan faktor yang mempengaruhi harga saham paling utama yang harus menjadi perhatian para investor.

 

2. Kurs Rupiah Atas Mata Uang Asing

Faktor harga saham selanjutnya yang dapat mempengaruhi nilainya yakni kurs rupiah terhadap mata uang asing. Kondisi ini paling berpengaruh terhadap perusahaan ekspor impor atau yang mempunyai utang dengan mata uang asing

Misalnya ketika nilai tukar rupiah menurun sehingga menyebabkan kondisi ekspor menurun yang artinya terjadi penurunan penjualan produk. Hal ini berdampak pada pembelian saham menjadi hal mustahil.

Sama halnya ketika impor sedang naik di suatu negara, maka citra perusahaannya akan melemah di mata investor. Akibatnya, perusahaan harus menyediakan modal besar dalam pembelian bahan baku maupun biaya operasional.

 

Baca Juga : 7 Cara Sukses Investasi Saham Untuk Pemula

 

3. Tren Beli-Membeli Investor

Faktor harga saham ini pasti sudah sangat familiar di kalangan para investor berpengalaman. Tren beli-membeli memang cukup memberikan efek besar terhadap naik turunnya harga saham.

Misalnya saja, ketika para investor tertarik untuk membeli saham emiten A, maka yang lainnya juga ikut-ikutan dan tidak mau ketinggalan untuk membeli.

Sedangkan ketika para investor memutuskan untuk menjual, maka akan berdampak pada nilai saham yang menurun. Tren ini dikenal dengan dua istilah, yaitu bullish dan bearish.

Bullish merupakan kondisi ketika harga di pasar modal sedang naik. Sementara bearish adalah kebalikannya, yakni ketika harganya menurun.

 

4. Manipulasi Harga & Kepanikan

Apakah mungkin ada manipulasi nilai saham di pasar modal? Faktanya, tindakan seperti ini memang lumrah terjadi, terutama di kalangan investor besar dengan modal melimpah.

Biasanya dilakukan dengan memanfaatkan kekuatan media massa untuk menarik perhatian para investor amatir melalui harga yang telah dimanipulasi. Manipulasi tersebut bisa dengan menaikkan maupun menurunkan nilainya untuk mencapai tujuan tertentu.

Salah satu faktor harga saham ini memang cukup mengkhawatirkan. Karena bisa juga dilakukan dengan menimbulkan kepanikan publik terhadap suatu perusahaan sehingga menyebabkan harga sahamnya menurun drastis.

Misalnya dengan menyebarkan berita negatif terkait suatu perusahaan sehingga para investor mulai panik dan berbondong-bondong menjual sahamnya. Tentu hal ini bisa berdampak buruk bagi emiten karena dapat menurunkan harga sahamnya di pasar modal.

 

Paling Viral : Apakah BI Checking Penting? Cek Skor Anda Disini

 

5. Kondisi Ekonomi Negara

Faktor harga saham yang terakhir dipengaruhi oleh kondisi ekonomi negara. Sama seperti kurs rupiah, kondisi ekonomi dari negara yang bersangkutan dapat memberikan efek besar dalam dunia pasar modal. Berikut beberapa indikator ekonomi yang menyebabkan fluktuasi harga saham, antara lain:

  • Suku bunga acuan, apabila mengalami kenaikan maka perusahaan yang punya utang perbankan bisa mengalami penyusutan keuntungan. Suku bunga acuan ini dipengaruhi oleh kebijakan moneter.
  • Tingkat inflasi, berpengaruh terhadap kenaikan suku bunga acuan yang mana menyebabkan bunga kredit juga meningkat.
  • Penurunan Indeks Harga Konsumen, berdampak pada terjadinya deflasi

Dengan mengetahui beberapa faktor-faktor tersebut maka dapat dijadikan bahan pertimbangan dan meminimalisir risiko. Selain itu juga sangat penting untuk menentukan kapan harus menjual atau membeli lembar saham.

 

Instrumen investasi ini memang tidak dapat dilakukan dengan sembarangan. Butuh analisis mendalam serta memahami tentang faktor harga saham agar tahu peluang untuk meningkatkan profit yang diterima.

. Faktor Harga Saham

Advertisement

✅ RECOMMENDED:  Inilah Beberapa Resiko Investasi Saham Wajib Kalian Tahu

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.